Melalui blog ini kami melayani penjualan obat resep, bebas, produk herbal dan sharing konsultasi obat.

Pemesanan dapat dilakukan via SMS di No 0888-243-8680

VISITOR

Jumat, 05 Desember 2014

VOLTADEX



Komposisi:
VOLTADEX 25 mg  Tiap tablet salut enterik mengandung:
Diclofenac sodium 25 mg
VOLTADEX 50 mg Tiap tablet salut enterik mengandung:
Diclofenac sodium 50 mg

Farmakologi:
VOLTADEX adalah turunan asam fenil asetat yang memiliki khasiat antirematik, anti-inflamasi, antipiretik, dan analgetik.
Voltadex adalah obat yang digolongkan dalam obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).

Indikasi:
- Nyeri yang disebabkan oleh inflamasi non-rematik.
- Artritis rematik, osteoartritis, spondilitis ankilosa, spondiloartritis.

Kontra Indikasi:
- Ulkus peptikum
- Reaksi hipersensitif terhadap diclofenac
- Bila aspirin atau obat anti-inflamasi diketahui menimbulkan asma, urtikaria, atau rinitis, maka VOLTADEX tidak boleh diberikan.

Dosis:
25 mg - 50 mg, 3 kali sehari.
Untuk pengobatan jangka panjang cukup dengan dosis 75 - 100 mg sehari.
Dosis sehari jangan melebihi 150 mg.
Anak-anak umur 6 tahun atau lebih: 1 - 3 mg/kg berat badan sehari dalam dosis terbagi.
Tablet harud ditelan utuh pada waktu atau sesudah makan.

Efek Samping:
Pada umumnya VOLTADEX ditoleransi dengan baik dalam tubuh.
Efek samping yang paling sering terjadi adalah gangguan saluran cerna, selain itu dapat pula timbul sakit kepala, mual, muntah, kembung, sukar tidur, ruam kulit, dan pruritus. Tetapi efek samping tersebut akan hilang sendiri berangsur-angsur tanpa menghentikan penggunaan VOLTADEX.

Peringatan dan Perhatian:
- Hati-hati bila digunakan pada penderita dengan riwayat dekompensasi jantung atau hipertensi.
- Karena kegagalan ginjal akut mungkin dapat terjadi pada penderita yang sudah mempunyai gangguan fungsi ginjal, maka pada penderita seperti ini, VOLTADEX harus diberikan dengan hati-hati dan fungsi ginjal harus terus dimonitor.
- Hati-hati bila digunakan padawanita hamil atau menyusui (hanya bila sangat diperlukan).

Selasa, 11 November 2014

LOWONGAN KERJA APOTEKER



Saat ini dibutuhkan  APOTEKER

Lokasi Kerja : kabupaten Blora  / Kabupaten Bojonegoro

Peminat Silahkan Hubungi kami di 0815 -1396-4563  ( Defi )
dan email ke defi.anggraini.c@gmail.com
Terima kasih


Senin, 27 Oktober 2014

CEK GULA DARAH, ASAM URAT, KOLESTEROL


Secara ringkas berikut adalah hasil pembacaan hasil Tes darah untuk pengecekan gula darah, Asam Urat dan Kolesterol, dalam hal ini menggunakan alat cek gula otomatis sehingga  untuk tes seperti kolesterol tidak dipisahkan antara HDL, LDL ataupun Trigeserid.

 
KADAR GULA
terbagi atas normal (bebas dari penyakit diiabetes), Pre Diabetes, atau bahkan sudah termasuk Diabetes. Berikut adalah daftar kadar gula darah :
  1. Kadar gula darah puasa (tidak mendapat asupan kalori  / puasa 8-10 jam sebelumnya):
    • Normal        = kadar gula < 100 mg/dl
    • Pre Diabetes    = kadar gula 100-125 mg/dl
    • Diabetes    = kadar gula > 125 mg/dl
  2. Kadar gula darah sesaat (saat atau sesudah makan) :
    • Normal        = kadar gula < 140 mg/dl
    • Pre Diabetes    = kadar gula 140-200 mg/dl
    • Diabetes    = kadar gula > 200 mg/dl

ASAM URAT
Nilai normal asam urat Pria: Asam urat : 3.4 – 7.0 (mg/dl).
Nilai normal asam urat Wanita: Asam urat : 2.4 – 5.7 (mg/dl).
Nilai range asam urat pria ternyata lebih lebar yaitu hingga 3,6.
Kalau melebihi range, bisa dipastikan bahwa dia menderita penyakit asam urat dengan tanda-tanda awal kesemutan pada daerah jari-jari kaki maupun tangan.
Periksa dulu lebih baik karena ada 3 penyakit yang gejalanya sama, mirip-mirip yaitu asam urat, kolesterol dan kencing manis.

KOLESTEROL
·         NORMAL  <200 MG/DL
·         MENGKHAWATIRKAN/BATAS TINGGI 201-239 MG/DL
·         BURUK/TINGGI  >239 MG/DL 


Jumat, 05 September 2014

ARDIUM - OBAT WASIR

Salah satu Obat Wasir / ambeien yang cukup terkenal adalah Ardium
Harga obat ini juga agak tinggi
 
KOMPOSISI  OBAT INI ADALAH

Tablet Ardium merupakan ekstrak Citrus sinensis, yang mengandung micronized purified flavonoid fraction 500 mg yang setara dengan :
 diosmin 90% 
 flavonoid dalam bentuk hesperidin 10%.

INDIKASI 
Indikasi ardium adalah  : 
Membantu meringankan gangguan peredaran darah di kaki/ varises. 
Membantu meringankan wasir kronik dan akut. 

EFEK SAMPING 
Gangguan saluran cerna kadang-kadang dapat terjadi. 

KONTRAINDIKASI 
Tidak ditemukan adanya kontra indikasi terhadap Ardium. Ardium merupakan obat yang aman dipakai untuk pengobatan jangka panjang dan juga aman untuk wanita yang sedang hamil. 


DOSIS 

Untuk gangguan peredaran darah di kaki dan wasir kronik : 2 tablet sehari. 
Untuk serangan wasir akut : 6 tablet sehari selama 4 hari , kemudian 4 tablet sehari selama 3 hari. 
Ardium sebaiknya diminum pada waktu makan. 

KEMASAN 

Ardium, Box, berisi 36 tablet (6 strip @ 6 tablet). Ardium, Box, berisi 60 tablet (5 strip @ 12 tablet). 


Simpan di tempan sejuk dan kering. Jauhkan dari jangkauan anak-anak. 
 
POM TL. 081 501 501

Diproduksi oleh Prafa, Bogor – Indonesia. Atas Lisensi dari Les Laboratoires Servier - France

Kamis, 07 Agustus 2014

Berita terakhir tentang kalkurenal

Setelah lebih dari setahun Kalkurenal , obat yang ditempat kami awalnya termasuk salah satu  obat paling banyak dicari oleh  penderita batu  ginjal  menghilang dan kosong dari PBF ( pedagang besar Farmasi)  tanpa kepastian, awal tahun ini stock Kalkurenal kembali berhasil kami dapatkan.

Tetapi sayang sekali  setelah  sempat mendapatkan Kalkurenal dalam jumlah terbatas sekali, kemudian Kalkurenal ini menghilang lagi dari pasaran. Sayang sekali. semoga saja masih akan ada lagi stock yang baru secepatnya :(

Minggu, 06 Juli 2014

Warna Lingkaran Pada Obat


Mungkin ada diantara kita yang  bertanya   tanya , mengapa ketika kita membeli obat yang satu  dengan yang lainnya  terdapat tanda lingkaran pada kemasan obat dengan beberapa lingkaran berwarna,yaitu Hijau, Biru dan  Merah dengan huruf K.

Lingkaran ini  sebenarnya memiliki arti sendiri   

Lingkaran hijau
Obat-obatan dengan tanda lingkaran hijau mengindikasikan bahwa obat ini  dijual  secara bebas dan dapat dibeli bebas pula di pasaran.  Obat jenis ini  sering  kita temui  bahkan di warung - warung  sekitar kita. Yang termasuk dalam golongan ini antara lain, vitamin, oralit, pedialit dan sebagainya.contohnya adalah obat dengan merek dagang Panadol, promag, Entrostop , Sangobion dan Norit

Lingkaran biru
Obat - obatan  dengan Lingkaran biru yang terdapat dalam kemasan obat mengindikasikan bahwa obat ini dijual  dan dibeli secara bebas terbatas tanpa resep dokter, tapi aturan pakai dan efek sampingnya harus Diperhatikan,penggunaannya pun harus sesuai dengan indikasi yang tertulis pada kemasannya. Yang termasuk dalam golongan lingkaran biru antara lain obat batuk dan obat demam. contohnya adalah  obat dengan merek dagang  Bisolvon, actifed, paratusin


Lingkaran merah
Lingkaran merah berarti obat tersebut termasuk golongan obat keras yang harus diresepkan dokter. Yang termasuk dalam golongan ini adalah antibiotik, obat-obat hormonal dan sebagainya.


Demikian sedikit info tentang  lambang  warna pada obat

Jumat, 06 Juni 2014

OXOFERIN

Ini adalah  kisah kesaksian pelanggan kami  di Apotek Diponegoro - Cepu mengenai suatu obat  luka berbentuk cairan/ solution yang bernama Oxoferin.

Pelanggan kami ini mempunyai seorang ibu yang menderita stroke dan seperti penderita stroke laiinnya yang sudah parah , ibunya ini hanya bisa berbaring di tempat tidur. Karena berbaring terlalu lama di tempat tidur  akhirnya  punggungnya mengalami luka borok yang makin lama makin parah  dan berlubang.

Luka borok akibat stroke ini  dicoba diobati  dengan beberapa obat tetapi akhirnya yang  benar benar bisa menyembuhkan luka ini  dengan perawatan yang telaten adalah Oxoferin.

Ada pelanggan kami lainnya yang juga mempunyai  borok dikaki akibat diabetes. seperti kita ketahui sulit untuk sembuh. Akhirnya untuk mengobati  lukanya , penderita diabetes ini juga menggunakan Oxoferin dan sembuh (tapi tentu juga harus  tetap minum obat diabetesnya untuk mengontrol kadar gulanya).

Oxoferin ini mengandung Tetra chlorodeca-oxygen anion complex , menurut indikasi yang tertera  diindikasikan luka terinfeksi, penyembuhan luka yang lambat sesudah traumatik atau sesudah operasi, ulkus dekubitus, ulkus kaki kronis pada insufisiensi vena, ulkus & luka akibat aliran darah arteri, mikroangiopati akibat diabetes atau akibat kelainan, ulkus dibetik, ganggren, luka bakar.